ALAMAT
Jl. Raya Narogong KM 6 no.2, RT001/RW 041, Kel. Bojong Rawalumbu, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi
Pressure Sand Filter (PSF) berperan sebagai salah satu unit penting dalam proses filtrasi air. Sistem ini membantu mengurangi kekeruhan, endapan, serta partikel tersuspensi sebelum air masuk ke proses berikutnya. Karena itu, stabilitas kinerja Pressure Sand Filter menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air bersih.
Namun, dalam operasional jangka panjang, banyak sistem PSF menunjukkan penurunan performa tanpa disadari. Penurunan ini sering terlihat dari perubahan tekanan, debit air, maupun kondisi media filtrasi. Ketika penyaringan tidak optimal, proses pengolahan air secara keseluruhan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, pengenalan tanda-tanda penurunan performa menjadi langkah penting dalam menjaga sistem tetap stabil.
Artikel ini membahas tujuh tanda umum yang menunjukkan bahwa Pressure Sand Filter tidak bekerja optimal. Selain itu, artikel ini menjelaskan solusi teknis yang dapat membantu operator mengatasi masalah tersebut. Informasi disusun secara informatif dan mudah dipahami agar dapat diterapkan di berbagai jenis instalasi pengolahan air.
Debit air yang menurun merupakan indikator awal bahwa penyaringan tidak berjalan optimal. Kondisi ini biasanya terjadi karena media pasir mengalami pemadatan. Selain itu, penumpukan partikel halus di permukaan media membuat aliran air lebih sulit melewati lapisan filtrasi.
Ketika debit air menurun, sistem pompa harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tekanan. Karena itu, pemantauan debit menjadi langkah awal yang efektif dalam mengidentifikasi masalah pada PSF.
Tekanan diferensial antara inlet dan outlet PSF menjadi indikator penting untuk memantau kondisi media filter. Ketika tekanan diferensial meningkat, artinya media mengalami penyumbatan atau terdapat penumpukan endapan di dalam tabung filter.
Tekanan yang meningkat dapat mempengaruhi efisiensi sistem secara keseluruhan. Karena itu, operator biasanya melakukan backwash ketika tekanan diferensial mencapai batas tertentu.
Kualitas air hasil filtrasi menjadi parameter utama untuk menilai performa PSF. Ketika kekeruhan meningkat, kondisi ini menunjukkan bahwa media tidak mampu menangkap partikel dengan baik. Penyebabnya bisa berasal dari media yang aus, distribusi air yang tidak merata, atau underdrain yang tidak bekerja optimal.
Ketika kekeruhan tidak stabil, proses pengolahan air pada tahap berikutnya mendapat beban tambahan. Karena itu, pemeriksaan visual dan pengukuran kekeruhan menjadi langkah penting dalam evaluasi filtrasi.
Backwash dilakukan untuk membersihkan media filter dari penumpukan partikel. Namun, jika frekuensinya semakin sering, kondisi ini menunjukkan bahwa media mengalami saturasi lebih cepat dari biasanya. Saturasi tersebut dapat terjadi karena kualitas air baku berubah atau media sudah memasuki akhir masa pakai.
Frekuensi backwash yang terlalu sering juga dapat meningkatkan konsumsi energi dan air. Karena itu, operator perlu mengidentifikasi penyebabnya sejak awal.
PSF yang berfungsi optimal memiliki distribusi aliran yang merata. Namun, dalam beberapa kasus, distribusi aliran dapat terganggu. Partikel dapat terkonsentrasi pada satu area sehingga media di area lain tidak bekerja maksimal. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi underdrain atau air scouring yang tidak merata.
Ketika distribusi tidak merata, efisiensi filtrasi menurun dan partikel halus dapat lolos ke keluaran air.
Media pasir silika atau gravel harus memiliki kondisi yang merata dan tidak menggumpal. Ketika media terlihat menghitam, kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya material organik yang menumpuk. Selain itu, media yang menggumpal dapat menjadi tanda bahwa partikel halus telah menembus lapisan bawah.
Media yang menggumpal biasanya tidak mampu mengalirkan air dengan baik sehingga proses filtrasi menjadi kurang efektif.
Jika partikel halus mulai muncul di keluaran, kondisi ini menandakan bahwa lapisan media tidak bekerja sebagaimana mestinya. Endapan ini dapat berasal dari media yang tergerus atau struktur internal yang mengalami keausan.
Ketika partikel ini muncul di akhir proses filtrasi, operator perlu memeriksa kondisi struktur tabung dan bagian underdrain.
Backwash menjadi langkah utama untuk memperpanjang umur media filter. Proses ini membantu mengangkat partikel halus yang menumpuk di permukaan media. Namun, durasi dan kecepatan backwash harus sesuai dengan rekomendasi desain agar pembersihan berlangsung efektif.
Ketika backwash dilakukan secara konsisten, media dapat kembali bekerja secara optimal meskipun digunakan secara intensif.
Media filtrasi memiliki masa pakai tertentu. Ketika media mulai menghitam, mengeras, atau kehilangan kemampuan menyaring partikel, operator dapat melakukan penggantian. Penggantian media membantu mengembalikan kualitas filtrasi ke tingkat awal.
Selain itu, pemeriksaan rutin dapat membantu mengetahui kondisi media sebelum terjadi penurunan performa yang signifikan.